Minggu, 29 April 2012

Antologi Sastra


Amir hamzah
#Buah rindu#




Setelah Nyanyi Sunyi (1937), Amir Hamzah menerbitkan kembali kumpulan puisinya berjudul Buah Rindu (1941). Meskipun buku ini terbit lebih belakangan daripada Nyanyi Sunyi, proses penulisan puisi dalam antologi ini lebih awal dibanding penulisan puisi di antologi Nyanyi Sunyi.
Tema puisi-puisi dalam antologi ini rupanya masih dekat dengan Nyanyi Sunyi. Melalui puisi di Buah Rindu, Amir Hamzah dengan khas menuliskan keterasingan dan kesepiannya. Puisi-puisi dalam antologi ini, menurut Harry Aveling (2002:163), merupakan gambaran hubungan cinta dalam arti luas. Ada hubungan cinta antara ibu dan anak, laki-laki dan perempuan, yang kemudian bercampur dengan pujaan terhadap bermacam dewa-dewa, asmara, dan Tuhan.
Tanggapan perasaan puisi Amir Hamzah terhadap perempuan dalam antologi ini juga bermacam-macam. Kadang Amir Hamzah mengungkapkannya dengan nada bermain-main, kadang nostalgik, kadang dengan nada marah, dan kadang pula melindungi. Ungkapan tersebut barangkali bersesuaian, baik sengaja maupun tidak, dengan kondisi batin Amir Hamzah yang galau dan peristiwa di balik penciptaan puisi-puisi tersebut. Kita bisa lihat beberapa larik-larik sajak Amir Hamzah yang memperlihatkan kepedihan dan kemarahannya pada perempuan dalam puisi “Kusangka” berikut ini.

Sedikit Sastra


Nyanyian Jallaludin El Rumi
By:Amir Hamzah
Jangan disalahkan dunia karena belenggumu,
Sebab banyakan mawar dari duri.
Jangan disebutkan dunia ini penjara,
Karena inginmu itulah yang membangunkan duka.
Jangan pula tanyakan penghabisan rahasia,
Satu dalam dua, atau baik, tau jahat!
Usaha pula katakan kasih meninggalkan tuan,
Jangan ia dicari di pekan dan jalan!
Ta’ guna takutkan siksa mati,
Sebab takut itulah mendatangkan sengsara,
Janganlah buru kijang cita indria,
Kalau terburu singa sesalan.
Jangan hatiku, mengekang diri,
Jadi ta’ usah malaikat menolong engkau.

Minggu, 08 April 2012

AKU PASTI KEMBALI

Waktu tlah tiba
Aku kan meninggalkan
Tinggalkan kamu
‘tuk sementara
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Kau dekap aku
Kau bilang jangan pergi
Tapi ku hanya dapat berkata

Aku hanya pergi ’tuk sementara
Bukan ’tuk meninggalkanmu selamanya
Ku pasti ’kan kembali pada dirimu
Tapi kau jangan nakal
Aku pasti kembali
Kau peluk aku
Kau ciumi pipiku
Kau bilang janganlah ku pergi
Bujuk rayumu
Buat hatiku sedih
Tapi ku hanya dapat berkata


Pabila nanti
Kau rindukanku didekapmu
Tak perlu kau risaukan
Aku pasti akan kembali