Amir hamzah
#Buah rindu#
Tema puisi-puisi dalam antologi ini rupanya masih dekat dengan Nyanyi Sunyi. Melalui puisi di Buah Rindu, Amir Hamzah dengan khas menuliskan keterasingan dan
kesepiannya. Puisi-puisi dalam antologi ini, menurut Harry Aveling (2002:163),
merupakan gambaran hubungan cinta dalam arti luas. Ada hubungan cinta antara
ibu dan anak, laki-laki dan perempuan, yang kemudian bercampur dengan pujaan
terhadap bermacam dewa-dewa, asmara, dan Tuhan.
Tanggapan perasaan puisi Amir Hamzah terhadap perempuan dalam antologi
ini juga bermacam-macam. Kadang Amir Hamzah mengungkapkannya dengan nada
bermain-main, kadang nostalgik, kadang dengan nada marah, dan kadang pula
melindungi. Ungkapan tersebut barangkali bersesuaian, baik sengaja maupun
tidak, dengan kondisi batin Amir Hamzah yang galau dan peristiwa di balik
penciptaan puisi-puisi tersebut. Kita bisa lihat beberapa larik-larik sajak
Amir Hamzah yang memperlihatkan kepedihan dan kemarahannya pada perempuan dalam
puisi “Kusangka” berikut ini.
